Sania Melaksanakan Shalat Subuh Secara Munfarid Di Kamar. Tiba-tiba Ibu Mengetuk Pintu Kamar Sania Untuk Membangunkannya. Ibu Tidak Tahu Bahwa Saya Telah Bangun. Ibu Mengetuk Pintu Hingga Beberapa Kali. Sebagai Anak Yang Menghormati Dan Mematuhi Orang Tua, Sania Sebaiknya?

Sania melaksanakan shalat subuh secara munfarid di kamar. Tiba-tiba ibu mengetuk pintu kamar Sania untuk membangunkannya. Ibu tidak tahu bahwa Saya telah bangun. Ibu mengetuk pintu hingga beberapa kali. Sebagai anak yang menghormati dan mematuhi orang tua, Sania sebaiknya?

  1. Mengeraskan bacaan shalat sebagai isyarat jawaban kepada Ibu
  2. Segera membaca salam dan menjawab panggilan Ibu
  3. Melanjutkan shalat sampai salam dan segera menemui Ibu
  4. Tetap melaksanakan shalat dan pura-pura tidak mendengar
  5. Semua jawaban benar

Jawaban yang benar adalah: A. Mengeraskan bacaan shalat sebagai isyarat jawaban kepada Ibu.

Dilansir dari Ensiklopedia, sania melaksanakan shalat subuh secara munfarid di kamar. tiba-tiba ibu mengetuk pintu kamar sania untuk membangunkannya. ibu tidak tahu bahwa saya telah bangun. ibu mengetuk pintu hingga beberapa kali. sebagai anak yang menghormati dan mematuhi orang tua, sania sebaiknya Mengeraskan bacaan shalat sebagai isyarat jawaban kepada Ibu.

Baca Juga  Berapakah Umur Siaga? | Gokemedia.com

Pembahasan dan Penjelasan

Menurut saya jawaban A. Mengeraskan bacaan shalat sebagai isyarat jawaban kepada Ibu adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google.

Menurut saya jawaban B. Segera membaca salam dan menjawab panggilan Ibu adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali.

Baca Juga  Basis Akuntansi Yang Digunakan Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Yaitu?

Menurut saya jawaban C. Melanjutkan shalat sampai salam dan segera menemui Ibu adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain.

Menurut saya jawaban D. Tetap melaksanakan shalat dan pura-pura tidak mendengar adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan.

Baca Juga  Cerpen 1 Sudah 20 Tahun Ia Tidak Pulang Dan Itu Bukan Waktu Sekejap. Ia Menyadari Benar Hal Itu. Tapi Kepedihan Yang Pernah Menggores Jiwanya Itulah Yang Sulit Diusir. Ia Tetap Menyimpannya Di Tiap Sudut Hatinya Yang Rapuh. “Pulang Sajalah, Mungkin Itu Lebih Baik Bagimu,” Kata Sang Istri Ketika Surat Senada Datang Lagi Untuk Kali Kedua, Ketujuh, Dan Entah Keberapa Lagi. (Emak, Engkos Kosasih Cerpen 2 Tanah Gembur Berpasir Demikian Empuk Terangkat Mata Cangkul. Sobekan Matahari Pukul Sebelas Menyelinap Di Sela Dahan Mangga. Kebun Mungil Yang Digadai Pak Usman Ku Hiasi Tanaman Apa Saja. Pada Lingkaran Batas Kebun Dengan Rimbunnya Berderet Rumpunan Pisang, Pohon Nangka, Singkong, Dan Rambutan. Di Sela Pohon Mangga Ditanami Kunyit, Kencur, Temulawak, Laos, Cabe, Tomat, Dan Beberapa Jenis Tanaman Buat Kebutuhan Dapur Dan Obat- Obatan. (“Sepasang Mata Tua” Dalam Lalat-lalat Dan Burung-Burung Bangkai, N. Marewo) Perbedaan Kedua Kutipan Tersebut Adalah?

Menurut saya jawaban E. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah A. Mengeraskan bacaan shalat sebagai isyarat jawaban kepada Ibu.

Baca Juga  Benda-benda Di Bawah Ini Yang Dapat Menyerap Bunyi Adalah?

Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.